Minggu, 09 Mei 2010

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 2

MATERI 3, 4 dan 5
3 Dan 4.Perilaku Konsumen
1. Pendahuluan
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
a Pendekatan Kardinal
b Pendekatan Ordinal
3. Konsep Elastisitas;
a Harga
b Silang
c Pendapatan
5. Perilaku Produsen
1. Produsen dan Fungsi produksi
2. Produksi Optimal
Least Cost Combination

Disusun oleh: Saprida siska

Perilaku Konsumen

1. Pendahuluan
Tujuan dari konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang memakai, menggunakan, mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda disebut sebagai konsumen. konsumen dapat membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.

2. Pendekatan Perilaku Konsumen
• Pendekatan Kardinal, beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang.
• Pendekatan Ordinal,yang beranggapan bahwa kepusan konsumen tidak dapat diukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi tau lebih rendah. Dealam pendekatan marginal utility digunakan anggapoan sebagai berikut:
1. Utility bisa diukur dengan uang.
2. Hukum gossen (The Law Of Diminishing riturns) berlaku yang menyatakan bahwa“. Semakin banyak sesuatau barang yang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satiuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun“.
3. Konsumen berusaha memaksimum kan kepuasan.

Total utility adalah seluruh kepuasan yang di peroleh dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu. Marginal utility adalah tambahan atau pengeruangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu.

3. Konsep Elastisitas;
Elastisitas adalah ukuran derajat kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu fktor yang mempengaruhi .

• Harga
Price Elasticity (Elastisitas harga ) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut.

• Silang
Cross Elasticity (Elastisitas silang )adalah % perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatu barang sebagai kaibat dari perubahan harga barang lain.

. Pendapatan
Income Elasticity (Elasticitas pendapatan) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.


5. Perilaku Produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen

1. Produsen dan Fungsi produksi
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
produksi jangka pendek,
yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:

Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :

The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).

2. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi

Least Cost Combination
menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.