INTERAKSI MANUSIA & KOMPUTER
Kelompok: Saprida siska
Ana nurdiniah
Eva aranita
Kartika sari
Gita perucha
Anky Winy UD
1. Kemampuan user dalam mengukur kualitas pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan satu produk atau system disebut juga dengan…
a. Human Capabilities
b. Observations
c. Usability
d. Vision
Jawaban c. Karna usability berasal dari bahasa inggris yaitu use = menggunakan, ability = kemampuan.berarti seberapa baik user dapat mempelajari dan menggunakan sebuah produk untuk mewujudkan tuannya.
2. Dibawah ini merupakan hal – hal yang diperlukan user dalam merancang Human
Capabilities, kecuali…….
a. LTM (Long Tearm Memory)
b. Pengindaraan
c. Proses informasi
d. Sistem motor
Jawaban a. Karena LTM bukan termasuk dalam Human Capability merupakan factor manusia, dalam merancang capasitasnya
3. Human ability disebut juga dengan kemampuan manusia. Dimana kemampuan
manusia terbagi atas.
a. LTM, Visual
b. STM, Specify
c. Specify, LTM
d. LTM, STM
Jawaban d. Karena LTM sendiri merupakan kemampuan manusia menyimpan memory dalam jangka panjang. Sedangkan STM kemampuan jangka pendek.
4. Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem, kecuali….
a. Perseptual
b. Kognitif
c. Sistem auditory
d. Sistem motorik
Jawabannya c. Karena system auditory bukan termasuk dari proses informasi pada manusia melainkan system auditory termasuk pemrosesan suara.
5. Merespon pada tekanan yang intens dan rasa sakit adalah fungsi dari…..
a. Thermoceptor
b. Nociceptor
c. Mechanoceptor
d. System motor
Jawabannya b. Karena fungsi Nociceptor adalah untuk merespon pada tekanan yang intens dan rasa sakit.
6. Yang bukan termasuk dari memory sensor adalah…..
a. Iconic
b. Echoic
c. Haptic
d. Long therm memory
Jawabannya d. Karena Long therm memory bukan termasuk dari memory sensor.
7. Konteks system yang digunakan untuk mengidentifikasikan, kecuali
a. Tugas – tugas dari pemakai
b. Suatu hirarkis uraian tugas yang global
c. Mutu dari antar muka computer dan manusia
d. Karakteristik – karakteristik dari pemakai yang diharapkan
Jawabannya:c Karena jawaban c sudah termasuk dalam context of use dari specify the use and organizational requirements
8. Tahap terakhir dari UCD adalah
a. Produce system solution
b. Specify the context process
c. Plan the humam centered process
d. Specipy the user and organizational requiretment
Jawabannya:a. Karena jawaban a,c,d termasuk 3 tahap sebelum jawaban no a.
9. Contoh dari LTM dalam kehidupan sehari – hari adalah
a. Identitas
b. Pelajaran
c. Tanggal lahir
d. Arah jalan
Jawabannya:a. Karena jawaban tersebut dapat di ingat dalam waktu yang lama
10. Dalam proses UCD, suatu tahap membuat solusi desain adalah
a. Specify the context use
b. Evaluate design against user requirtment
c. Produce system solution
d. Specify the user
Jawabannya:c. Karena dalam tahap tersebut membuat solusi design yang potensial
dengan menggambar bentuk dari pengalaman atau pengtahuan.
Rabu, 20 Oktober 2010
Senin, 04 Oktober 2010
WATCH TRANSLATER (Jam Tangan Penterjemah)
Selama ini kita hanya mengenal jam tangan sebagai media atau alat untuk mengetahui waktu. Tapi tidak pernah dipikirkan oleh kita untuk membuat jam tangan sebagai media translitan atau penterjemah bahasa. Bentuk jam tangan yang simple dan mudah di pakai serta mudah dibawa kemanapun, bisa berfungsi ganda.
Selama ini kita hanya mengetahui jenis translitan sejenis kalkulator. Atau melalui sistim penterjemah lainnya. Padahal mungkin saja sistim penterjemah dengan media jam tangan lebih efisien.
Sebagai contoh jika kita seorang wisatawan yang bekunjung ke korea atau kenegara lainnya. Kita pasti menggunakan translitan bahasa tersebut. Apalagi kita tidak tau penggunaan bahasa yang tepat, saat berada di negara tersebut. Dengan adanya jam tangan sebagai penterjemah, kita bisa mengungkapkan keinginan kita saat berada di negara tersebut, dengan bahasa yang benar.
Cara penggunaanya mirip dengan voice message atau pesan suara. Cuma bedanya kalau voice massage, kalimat yang kita ucapkan berubah menjadi tulisan berupa sms. Sedangkan bentuk dari penterjemah ini, kalimat yang kita keluarkan akan di save dan diproses, kemudian mengeluarkan suara dengan bahasa yang berbeda. Sesuai dengan bahasa yang kita pilih. Ada baiknya bentuk jam tangan berupa analog. Biasanya jam tangan analog lebih evisien dan banyak tombol – tombol yang bisa dimanfaatkan sebagai pelengkap jam tangan penterjemah.
Cara kerjanya kita tinggal mengucapkan bahasa Indonesia yang tepat, sesuai dengan EYD. Setelah itu klik save atau salah satu tombol yang berfungsi menyimpan atau mengesave suara kita. Dan pilih jenis bahasa apa yang kita inginkan. Klik ok pada salah satu tombol yang terdapat pada jam tangan tersebut. Dan dengan sendirinya akan mengeluarkan suara seperti tourist guide atau pemandu wisata.
Kelebihan dari jam tangan ini antara lain:
Dalam hal pengunaanya lebih evisien. Maksudnya dapat di pakai kemanapun, karna fungsinya juga sebagai media waktu.
Menghemat waktu. Dengan adanya jam tangan ini, kita bisa langsung berkomunikasi dengan pemakai bahasa lain dengan cepat. Dan
Yang paling utama bisa menghemat uang, dari pada harus menyewa tourist guide yang bisanya sangat mahal.
Dengan adanya jam tangan ini, kita bisa memanfaatkan AI (kecerdasan buatan) untuk kepentingan umum. Dimana tujuan AI sendiri digunakan untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan computer atau mesin. Karna pendalaman dari sistim berbasis pengetahuan itu sendiri di gunakan untuk mempermudah kerja manusia dengan menggunakan computer. Dimana Computer berfungsi untuk menggantikan pekerjaan manusia. Hal ini merupakan media utama pembentukan AI.
Selama ini kita hanya mengetahui jenis translitan sejenis kalkulator. Atau melalui sistim penterjemah lainnya. Padahal mungkin saja sistim penterjemah dengan media jam tangan lebih efisien.
Sebagai contoh jika kita seorang wisatawan yang bekunjung ke korea atau kenegara lainnya. Kita pasti menggunakan translitan bahasa tersebut. Apalagi kita tidak tau penggunaan bahasa yang tepat, saat berada di negara tersebut. Dengan adanya jam tangan sebagai penterjemah, kita bisa mengungkapkan keinginan kita saat berada di negara tersebut, dengan bahasa yang benar.
Cara penggunaanya mirip dengan voice message atau pesan suara. Cuma bedanya kalau voice massage, kalimat yang kita ucapkan berubah menjadi tulisan berupa sms. Sedangkan bentuk dari penterjemah ini, kalimat yang kita keluarkan akan di save dan diproses, kemudian mengeluarkan suara dengan bahasa yang berbeda. Sesuai dengan bahasa yang kita pilih. Ada baiknya bentuk jam tangan berupa analog. Biasanya jam tangan analog lebih evisien dan banyak tombol – tombol yang bisa dimanfaatkan sebagai pelengkap jam tangan penterjemah.
Cara kerjanya kita tinggal mengucapkan bahasa Indonesia yang tepat, sesuai dengan EYD. Setelah itu klik save atau salah satu tombol yang berfungsi menyimpan atau mengesave suara kita. Dan pilih jenis bahasa apa yang kita inginkan. Klik ok pada salah satu tombol yang terdapat pada jam tangan tersebut. Dan dengan sendirinya akan mengeluarkan suara seperti tourist guide atau pemandu wisata.
Kelebihan dari jam tangan ini antara lain:
Dalam hal pengunaanya lebih evisien. Maksudnya dapat di pakai kemanapun, karna fungsinya juga sebagai media waktu.
Menghemat waktu. Dengan adanya jam tangan ini, kita bisa langsung berkomunikasi dengan pemakai bahasa lain dengan cepat. Dan
Yang paling utama bisa menghemat uang, dari pada harus menyewa tourist guide yang bisanya sangat mahal.
Dengan adanya jam tangan ini, kita bisa memanfaatkan AI (kecerdasan buatan) untuk kepentingan umum. Dimana tujuan AI sendiri digunakan untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan computer atau mesin. Karna pendalaman dari sistim berbasis pengetahuan itu sendiri di gunakan untuk mempermudah kerja manusia dengan menggunakan computer. Dimana Computer berfungsi untuk menggantikan pekerjaan manusia. Hal ini merupakan media utama pembentukan AI.
Selasa, 28 September 2010
GURINDAM 12
GURINDAM 12
Karya Raja Ali Haji
(KEPRI)
GURINDAM PASAL YANG PERTAMA
Barang siapa tiada memegang agama
Sekali – kali tiada boleh dibilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyelah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
Karya Raja Ali Haji
(KEPRI)
GURINDAM PASAL YANG PERTAMA
Barang siapa tiada memegang agama
Sekali – kali tiada boleh dibilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyelah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
Love in the ice II (dbsk)
Biru putih angkasa raya
Tertulis bayit puisi cinta
Hati rapuh karna duka
Pelita hati telah tiada
Tinggal bekas luka yang tersisa
Syair puisi selalu di rangkai
Untuk menghapus hati yang beku
Tapi cinta telah pergi
Tinggallah hati yang beku
Senyum pelita menanti kekasih
Kekasih yang patah akan sayapnya
Tinggallah harapan merangkai syair
Syair indah buat pemuda yang telah beku
Hingga cinta bisa dirangkul kembali.
Tertulis bayit puisi cinta
Hati rapuh karna duka
Pelita hati telah tiada
Tinggal bekas luka yang tersisa
Syair puisi selalu di rangkai
Untuk menghapus hati yang beku
Tapi cinta telah pergi
Tinggallah hati yang beku
Senyum pelita menanti kekasih
Kekasih yang patah akan sayapnya
Tinggallah harapan merangkai syair
Syair indah buat pemuda yang telah beku
Hingga cinta bisa dirangkul kembali.
Love in the ice I
Cinta itu mati dalam selimut sepi
Kaku terkapar diatas es yang membeku
Membunuh beribu – ribu syaraf
Mendenyutkan nadi yang terputus – putus
Gerakan jantung terpecah belah
Menghapus jeruji di setiap nafas
Cinta itu seperti es yang membeku
Mengharap cair dalam sekejap
Dan menghanyutkan dawai kecil dari api
Yang akan mencairkan cinta yang beku
Hingga ia bisa mengalir layaknya sungai.
Dan akhirnya berujung di ujung muara.
Kaku terkapar diatas es yang membeku
Membunuh beribu – ribu syaraf
Mendenyutkan nadi yang terputus – putus
Gerakan jantung terpecah belah
Menghapus jeruji di setiap nafas
Cinta itu seperti es yang membeku
Mengharap cair dalam sekejap
Dan menghanyutkan dawai kecil dari api
Yang akan mencairkan cinta yang beku
Hingga ia bisa mengalir layaknya sungai.
Dan akhirnya berujung di ujung muara.
Love In The Ice
Ufuk timur, sang surya memancarkan sinar yang begitu hangat. Kicauan burung bersahut – sahutan memecah pagi. Seberkas titik air menetes didedaunan yang tertata rapi diatas bukit. Detak jantungpun seakan bernyanyi mengikuti irama alam. Seakan merindukan tempat yang begitu damai.
@@@@@
“ Nic, lu tunggu aja di meja makan, bentar lagi makanannya selesai”. Seru Tedy yang selalu setia menemani hari – hari Nica.
Nica adalah pasien rumah sakit Harapan Budi, tempat dimana keluarga Tedy bekerja. Selama dalam masa perawatan Tedy di beri tanggung jawab untuk menjaga Nica. Nica seorang pasien yang mempunyai penyakit kelainan jantung. Setelah oprasi selesai Nica diharuskan untuk terapi. Dia seorang gadis cantik dari Jakarta.
“ Iya..”. Ucap Nica perlahan dari ruang tengah.
Di dalam hati Nica yang terdalam, mulai tumbuh perasaan yang tidak mampu ia sampaikan, walau lewat kata – kata. Setiap kali menatap Tedy, jantungnya berdetak tidak seperti biasanya. Hanya itu yang mampu ia ungkapkan.
“Huh….. Udaranya segar banget”. Ucap Tedy membuka jendela dan menatap Nica sekilas. Nica terdiam sesaat, suatu yang beda terlihat dari diri Tedy. Sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengedipkan matanya.
“ Hei, lu kenapa?”. Tedy mengerutkan keningnya.
“ Oh tidak, tidak, tidak apa – apa kok”. Ucap Nica dengan gugup.
“ Yuk sarapan, setelah itu kita jalan”.
“ Iya”. Ucap Nica semangat. Ia tidak akan menyia – nyiakan kesempatan buat jalan bareng dengan Tedy yang super tampan ini.
******
“ Wah……. seger banget”. Ungkap Nica gembira.
“ Hem……”. Tedy membentangkan tangannya dan menghirup udara pagi puncak, yang sangat menyegarkan.
Sekali lagi Nica terdiam. Dia seakan tersihir oleh senyum Tedy.
“ Tampan banget. Terasa begitu dekat. Kenapa jantung gue berdebar gini ya!. Kenapa saat menatapnya selau merasakan debaran yang berbeda. Apa gue mulai mengaguminya, tapi atas dasar apa gue mengaguminya. Kenapa?, apa yang terjadi. Gue selalu ingin berada didekatnya”.
Tedy membaca sikap aneh Nica yang tidak biasannya.
“Nic..Nica.”. Tegur Tedy sembari tersenyum, Membuyarkan lamunan Nica.
“Ya”. Ucap Nica agak salah tingkah.
“Pagi ini lu aneh Nic. Dari tadi ngelamun aja dan sekarang lu diem. Lu sakit yah!. Kalau sakit kita pulang aja.
“ Gak kok, gue sehat banget, malah”. Nica berusaha menunjukkan kesehatannya yang semakin membaik.
Tedy memang selalu baik terhadap Nica. Tapi kadang kala sikap baik Tedi hanya tertuju pada jatung Nica.
“Apa gue selemah itu. Apa tidak ada hal lain yang mesti di katakan. Paling gak tentang perasaan yang ingin disampaikan”. Gerutu hati kecil Nica.
Di sini Nica mendapatkan sahabat yang baik yaitu Risa. Hanya dengan Risa teman masa kecil adik Tedy.Ia bisa bercerita, mengungkapkan semua perasaannya.
“Sa gue bingung. Gue terlanjur menyukai Tedy. Tapi gue kurang suka, dengan sikapnya yang selalu menganggap gue cewek super lemah karna kelainan jantung gue. yang ia pikirkan cuma kesehatan jantung gue”. Mendengar ucapan Nica tatapan Risa menjadi berbeda.
“ Nic ini mungkin yang terbaik untuk lu”. Ucap Risa lemah, membuat guratan di kening Nica menjadi dalam. “ Lebih baik lu lupakan Tedy. Apalagi lu sekarang sudah tunangan”. Risa melihat cincin perak melingkar di jari manis Nica.
Nica terdiam sesaat. Nica tidak tau harus berkata apa. Apa Ia harus marah. Tapi Risa teman yang selalu ada untuknya. “Kenapa….?”. Semua jadi hening. Perlahan Risa beranjak dari tempat tidurnya dan mengarah kemeja belajarnya. Diambilnya satu foto yang tergeletak di meja belajarnya di tatapnya dalam foto tersebut.
“ Itu karna Tedy, tidak pernah memikirkan hati lo. Yang Ia pikirkan cuma jantung. Jantung adiknya yang ada di tubuh lo”. Ucap Risa tegas.
Nica tidak bisa berkata apapun. Air mata menjadi saksi hatinya yang tercabik – cabik. Seribu serigala yang mampu mencabik tubuh Nya pun tidak sebanding dengan luka yang telah bernanah di hati keci Nica. Otak dan hatinya sekarang berperang melawan emosi yang meledak – ledak dalam jiwanya.
“ Selama ini, perasaan ini hanya?”, ungkap hati kecil Nica. Berusaha mencari jawaban tentang perasan yang selama ini ia alami. “Sa gue permisi pulang”. Nica berusaha menahan jeritan hatinya. Dan menarik tas yang berada dimeja belajar.
******
Sebuah coper sudah siap ditangan kanan Nica. Ia bergegas meninggalkan vila. Nica tidak akan mengubah keinginanya, untuk berlama – lama ditempat ini. Berlama – lama di tempat ini hanya akan membuatnya gila. Bertarung dengan perasaan yang bukan perasaanya.
“Nic lu mau kemana?”. Junai mencoba menghentikan langkah Nica.
“ Tedy apa gue boleh tanya sesuatau”. Ucap Nica perlahan. Diikut anggukan Tedy. “Apa lu sayang gue”. Tatapan Nica membuat Tedy bertanya – tanya.
“ Apa yang salah dengannya”. Desah hati Tedy mencoba mencari jawaban. “ Kenapa lu ngomong gitu Nic?. Dari dulu gue selalu bilang, gue sangat sayang lu melebihi apapun”.
“ Lu yakin Ted”. Mata Nica seakan dipenuhi dengan lautan air.
“ Nica, lu kenapa?. Sekarang ceritakan yang terjadi, lu ada masalah?”. Tedy mulai mengkhawatirkan Nica yang tidak biasanya seperti ini.
“ Apa lu bisa, mencintai gue tanpa jantung ini?”. Air mata Nica mengalir layaknya sungai. Tedy terdiam dia hanya bisa menunduk.
Saat itu pertama kalinya Nica melihat Tedy tanpa Ekspresi apapun.
“ Tedy jawab gue!. Sekarang gue tanya lagi, tolong jawab dengan tegas. Apa lu bisa mencintai gue tanpa jantung ini, jantung adik lu?!”. Saat itu Nica tidak bisa berpikir. Air matanya keluar tanpa diperintah mengalir deras seperti sungai yang dipenuhi lumpur. Tedy shanya diam, dia seakan menutup pintu hatinya untuk Nica.
Nica pergi meninggalkan serpihan luka dihatinya. Selama ini yang Nica rasakan semuanya palsu. Padahal Nica telah mengorbankan semua termasuk seseorang yang dulu pernah menerangi hati nya. Sebelum Tedy datang dalam kehidupan Nica. Apa ini balasan untuknya. Tapi apa salah kalau Nica masih dan tetap menyukainya. Sekarang serpihan kaca itu telah membalut hati Nica. Dan siap menghabisi jantungnya secara perlahan.
Ditempat yang berbeda Nica malah mengecewakan hati seseorang yang sangat menyayanginya. Dia Kilan tunangan Nica. Nica ingin dia bahagia. Itu harapannya. Mungkin akan ada cerita lain tentangnya.
@@@@@
Gue Karin. Gue memang cewek yang super ceroboh, tapi sama sekali gue tidak pernah memikirkan bahwa gue akan menyukai cowok, yang tidak pernah mau menghargai wanita seperti Kilan. Entah kenapa dengan sikapnya itu, semakin lama gue malah semakin menyukainya. Dia pemuda pertama yang membuat perasaan gue bertanya – tanya.
Mungkin kebahagian itu hanya mimipi bagi gue. gue ingin untuk kali ini jangan jadikan Kilan itu mimpi. Tapi perasaan gue hancur setelah gue menyadari satu hal tentanganya. Hari ini sahabat gue Antini berbeda dengan biasanya. Tiba – tiba Dia menatap gue tajam, dan menghentikan ucapan gue.
“ Karin, lu harus menjauhi Kilan,!”. Ucap Antini tegas.
“ Kenapa dia orang baik, ya walaupun agak cuek!”. Dahi gue ikut mengerut. Gue kaget dengan respon Antini. Padahal selama ini dia sangat mendukung gue untuk bersama Killan.
“Pokoknya jangan dekati dia lagi!”.
“Memangnya kenapa sih An?”. Gue berusaha membujuk Antini. Antini kembali melihat gue dengan tajam. Kali ini segudang pertanyaan telah siap memakan otak gue. “ Dia sudah tunangan!!!”. Ucapan Antini yang perlahan itu membuat nadi dan saraf gue seakan tertimbun oleh duri.
Hujan megalir dengan deras, sederas air mata gue. Gue sedikit terhibur, karna orang yang gue suka sekarang telah berada disamping gue. Tapi hati gue sekarang diliputi perasaan benci. Apalagi setelah gue melihat sebuah cincin telah melingkar dijari manisnya.
Kenapa gue baru menyadari hal itu sekarang. Kenapa gue baru menyadari saat hati gue telah diikat olehnya. Perlahan gue tatap cincin itu, terbesit niat jahat dihati gue. Gue berusaha mengambilnya. Dan gue akan membuang jauh – jauh cincin itu.
“Apa yang lu lakuin. Jangan pernah lu sentuh cincin ini, jangan sesekali lu menyentuhnya!. Cincin ini adalah hidup gue, tanpa ini gue tidak bisa hidup!”. Kilan membentak karin keras.
“Kenapa….kenapa hanya sebuah cincin itu lu melakukan itu?.. Kenapa?...”. Gue menjerit keras di tengah derasnya hujan. Gue berlari membawa sisa kepedihan dihati gue hujanpun turun begitu deras sederas air mata gue.
Beberapa hari tidak melihat Kilan. Terasa sepi, tapi hanya untuk melihatnya. gue sampai rela mengikutinya dari belakang kemanapun dia melangkah. Cinta itu memang aneh. Saat itu tanpa sengaja gue melihat Kilan bertabrakan dengan seseorang. Cincin yang dia genggam jatuh kedalam sungai. Gue tidak tau kekuatan apa ini. Dengan reflek gue malah terjun dalam sungai.
“Bodoh.. lu tau, lu gak bisa berenang, kenapa nekat terjun!”. Karin baru saja sadar dari pingsan, malah dilempari dengan bentakan yang membuat telinganya panas.
“Salah, salahin gue terus. Semua kesalahan ini gara- gara gue. Jika gue suka lu, gue sayang lu itu juga salah gue. Semua salah gue…nih…”. Karin menyerahkan cincin yang semenjak tadi berada digenggamannya.
“ lu pernah bilang cincin itu adalah hidup lu, tanpa itu lu tidak bisa hidup, Iyakan. Gue hanya tidak ingin melihat lu mati hanya karna kehilangan cincin itu!!. Apa itu salah?!!”. Karin menjerit keras, Agar separuh dari sakit hatinya hilang.
Saat itu gue hanya bisa lari dengan membawa serpihan dihati gue. Kilan hanya terdiam, gue tidak tau apa yang dipikirkannya. Setelah kejadian itu tertutup sudah cerita gue dengannya. Dia mungkin benar – benar mimpi didunia gue.
*******
Ini mungkin kenyataan dari semua cerita yang kita alami tentang cinta yang telah membeku. Tapi cerita itu mungkin akan mencair. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Dari jauh terlihat seorang gadis cantik sedang duduk ditaman depan kampus.
“Kilan…”. Teriak Nica dari jauh. Kilan langsung menghampiri Nica. Telah lama ia menunggu kehadiran Nica.
“ Lu kemana aja”.
“Maafkan gue”. Ucap Nica sembari memeluk Kilan. Karin yang melihat kejadian itu langsung berlari kearah kelas.
“ Besok gue kuliah lagi”. Kilan seakan lupa akan kehadiran Nica.
“ Kilan, lu kurang senang ya!”. Tiba – tiba Nica berkata hal yang mengejutkan Kilan. Kilan seperti bukan Kilan. Dia seakan menutup hatinya buat Nica. Dengan sikapnya yang tidak seperti biasanya.
“ Tidak Nic, tidak, gue sangat senang sekali”. Kilan tersenyum hangat pada Nica tunangannya.
@@@@@
“ Tedy, jika lu menyukai Nica, kenapa lu tidak berusaha bersamanya. Kalo lu menyukainya, kenapa lu tidak berterus terang. Jangan menyakiti diri lu. Sekarang lu pikir, mungkin saja lu menyukainya karna didirinya ada jantung adik lu, tapi gunakan hati lu. Apa lu yakin bisa menyerahkannya pada orang lain, dia sudah tunangan Tedy. Gue rasa adik lu pun, pasti tidak suka dengan sikap lu yang seperti ini”. Bentak Risa yang tidak tega, melihat Tedy yang menderita karna perasaanya yang tidak pasti. Risa pergi meninggalkan Tedy yang terdiam.
“Gue hanya ingin kalian berdua jujur akan perasaan kalian. Karna itu gue melakukan semua itu. Gue menceritakan hal yang terjadi pada Nica itu tidak lain karna, gue ingin kalian berdua saling mencintai tanpa harus ada kebohongan. Maafkan gue jika gue telah menyakiti perasaan kalian”. Bisik hati kecil Risa. Air matapun jatuh dipipi gadis cantik ini.
@@@@@
Mobil yang dibawa Kilan melaju kencang. Perlahan Kilan menatap Nica yang sedang melamun.
“ Nic, lu kenapa?, lu akhir-akhir ini lebih sering melamun”. Kilan memulai pembicaraan karna semenjak tadi mereka hanya diam.
“ Tidak apa –apa kok, gue hanya masih tegang ngehadapin ini. Guekan udah lama gak ngampus, gue takut gue tidak bisa mengejar semua pelajaran yang tertinggal”.
“ Oh…” Kilan tersenyum menatap Nica.
*****
“Siang maaf, lu mahasiswa pindahan itu ya!, kenalin gue Karin”. Karin berusaha bersahabat, ternyata diterima baik oleh pemuda itu.
“ Gue Tedy”. Tedy tersenyum ramah.
“ Nama yang bagus. Sesuai dengan postur tubuh lu yang keren”. Karin tersenyum menatapnya. Tedy jadi salah tingkah.
“ Cewek ini bener – bener aneh”. Ungkap hatinya.
“ Yuk kita lihat – lihat kampus”.
“ Kampus ini lumayan gede sih. Kalo satu dua kali berada disini mungkin bisa puyeng nyari jalan keluarnya. Lama – lama juga bisa hapal kok. Jadi untuk beberapa hari ini yang nemenin lu, itu gue. Kayaknya lu anak kesayangan banget. Padahal biasanya gak ada yang perlu nemenin anak baru buat masuk kampus, dia bisa nyari sendiri. Emang lu siapa sih.
“ Gue bukan siapa – siapa?”.
“ Yang bener?, emang nama asli lu siapa?”.
“ Tedy Nugraha”.
“ What, jangan – jangan lu anak pemelik rumah sakit harapan budi itu ya!”.
“ Hem…….”. Tedy hanya tersenyum. Sekarang matanya tertuju pada taman yang ada di sampingnya.
“ Tedy lu lihat apa?”. Karin mengarahkan pandanganya, kearah kedua orang yang tak asing baginya itu.
“ Mereka sersi ya!”. Ucap Karin datar, Karin langsung melangkah dengan cepat.
“ Karin..” . Panggil Tedy agak keras. Tiba –tiba Nica berdiri dan berusaha mencari arah suara yang didengarnya itu.
“Nic lu kenapa?”. Kilan membaca perubahan drastis Nica.
Detak jantung Nica semakin cepat. Pikirannyapun melayang jauh, terasa sesak. Seperti ada seratus tali yang siap mengikat jantungnya.
“ Gue ke toilet dulu”. Ucapnya dan langsung pergi, dengan separuh tenaga dia berusaha bangkit. dibasuhnya mukanya dengan air yang mengalir dari keran, terasa sejuk. Tapi tidak cukup menghilangkan debaran jantung itu, di basuhnya beberapa kali, ternyata semakin sesak. Keringat dinginpun bercucuran.
“ Perasaan apa ini?, jangan bodoh ini bukan jantung lu!. Mungkin saja degupan jantung ini degupan jantung orang lain”. Nica melihat dirinya didepan cermin dan berusaha menguasai dirinya, dengan wajah yang memucat.
“Nic ”. Tiba - tiba Tedy sudah berada didepan WC, dan memegang tangan kanannya.
“Gue mo bicara dengan lu”. Nica berusaha melepaskan pegangan tangan Tedy.
“Lepas…lepaskan tangan gue”. Nica berusaha melepaskan pegangan tangan Tedy yang begitu erat.
“ Lepaskan tangan lo”. Dari belakang Kilan memukul Tedy. Nica berlari kearah Kilan, karna melihat kejadian itu Karin segera berlari.
“ Lu… Apa tidak bisa, bicara dengan baik. Kenapa harus selalu main tangan!”. Karin menatap Kilan dengan tajam. Dan mendekat ke Kilan. “ Dengar sekali lagi lu lakuin itu, lu akan berhadapan dengan gue. Tedy kita pergi dari tempat ini, disini memuakkan”. Karin menarik tangan Tedy, dan melangkah pergi.
Nampak kekesalan diwajah Kilan. Di tendangnya tong sampah yang ada didepan Wc. Nica hanya bisa menatap Kilan dalam.
Karin berjalan sangat cepat. Menjauh dari Kilan dan Nica.
“ Hei.. kenapa lu membela gue. Tadi lu sangat keren. Apa lu kenal mereka?”. Karin tersenyum mendengar pujian Tedy, dan mulai berbicara.
“lu suka cewek itu kan?. Gue rasa malam ini gue bisa membantu lu buat ngomong sama cewek itu”.
“ Kenapa lu melakukan ini”. Karin tersenyum mendengar ucapan Tedy.
“ Gue hanya ingin perasaan lu tersampaikan, itu saja”.
******
Suasana malam begitu indah, langit – langitpun seakan bersahabat, bintang dan bulan seakan bernari – nari diangkasa. Semuanya berpasang – pasangan seperti putri dan pengeran, dengan gaun – gaun yang indah.
“ Lu anggun sekali Rin”. Tedy tersenyum memuji Karin.
“ Trimakasih..”.. Ucap Karin sembari menunduk, seakan menirukan gerakan yang di lakukan putri – putri istana.
“ Gue tarik kembali kata – kata gue”.
“Kok gitu..”. Karin agak cemberut.
“ Cara hormat lu tu salah, itu terlalu kebawah”.
“Ah biarin gue kan masih dalam pembelajaran”. Ucapnya singkat. Mata Karin mulai beralih ke dua pasangan yang ada di depannya. “Mereka serasi ya, yang ceweknya cantik, yang cowoknya ganteng”. Karin melihat kearah Kilan dan Putri.
“ Gue heran sama lu, lu menyukainya tapi malah memuji keserasian mereka?”.
“ Kenapa lu bilang begitu, siapa juga yang menyukai Kilan”.
“ Ah jangan bohong. Tuh apa, gue gak pernah bilang yang lu suka itu Kilan. Lagian gak mungkinkan seorang Karin mau menolong seseorang tanpa imbalan”. He..he.. Karin tertawa gak enak.
“Sini, gue punya usul, lu hanya punya waktu sepuluh detik untuk membawa Nica kabur?”.
“ Ha apa yang ingin lu lakuin”.
“ Gue mau matiin lampu ini bentar. Gimana setuju gak”.
“ Iya..”.
“ Zip”. Tedy dan Karin mulai beraksi, tiba – tiba lampu di ruang pesta itu mati.
“ Kenapa nih”. Ucap Nica kaget karna lampu disekeliling mereka mati, tiba – tiba tangannya seakan ada yang menarik.
“ Tedy…”. Nica baru menyadari orang yang menarik tangannya adalah Tedy.
“ Apa yang lu lakuin?”.
“ Gue ingin bicara dengan lu”.
“ Tidak ada lagi yang mesti dibicarakan”.
“ Apa lu begitu bahagianya bertemu laki – laki itu hingga melupakan gue?”. Ucapa Tedy membuat hati Nica sakit. Paaaakkkk Sebuah tamparan melesat dipipi kanan Tedy.
“ Apa lu bilang?. Kenapa lu bisa ngomong begitu. Tau apa lu tentang gue!”. Mereka berdua diam beberapa saat.
******
Karin senyum –senyum sendiri karna hal yang Ia rencanakan sudah berhasil. Kilan membaca situasi kali ini.
“ Hei apa yang lu lakuin”. Sembari menarik tangan Karin.
“ Lepaskan sakit tau, gue tidak melakukan hal yang sia – sia. Gue melakukan hal yang benar”. Karin langsung membalikkan tubuhnya dan ingin melangakah. Dia lupa saat ini dia memakai gaun. Gaunnya terinjak dan dia hampir jatuh. Untung dengan sigap tangan Kilan menggapainya. Sekarang Karin bisa menatap mata Kilan dengan debaran yang berbeda.
“ Hei… Halllo”. Ucap Karin memecahkan hayalan Kilan. “Lepaskan tangan lu”. Sekali lagi Kilan menarik tangannya. “ Cepat katakan dimana Nica, dan teman lu itu?”.
“Gue gak tau” Ucap Karin melepaskan tangannya dan lari, kemudian hilang ditengah keramayan.
*******
Suasana taman kampus memang agak sepi, hanya lampu – lampu dan bintang – bintang malam menghiasi tempat itu.
“ Maafkan gue”. Tedy mulai bicara. “ Maafkan gue karna gue tidak peka dengan perasaan itu, perasaan gue seakan teertutup karna kehilangan orang yang gue sayang. Semua orang yang gue sayang meninggalkan gue. Mungkin gue di takdirkan untuk kehilangn semuanya”. Tedy menunduk. Nica menatap Tedy dengan hati yang bertanya – tanya.
“ Tapi gue ingin sekali untuk terakhir kali ini, takdir gue memihak pada gue. Gue tidak ingin kehilangan orang yang gue sayang sekali lagi. Gue tidak ingin kehilangan lu, Nic”. Tedy menatap Nica tajam.
“Tidak Tedy, Tidak, lu tidak mencintai gue, yang lu cintai hanya adik lu. Karna ditubuh gue ini ada jantung adik lu. Iyakan Ted?!”. Air mata jatuh dipipi Nica.
“Tidak … itu salah gue menyukai lu, Nic. Bukan karna jantung itu tapi karna hati lu. Gue baru menyadari hal itu saat lu pergi meninggalkan gue. Gue tidak bisa sendiri, tolong maafin gue. Gue tidak ingin kehilangan lagi Nic”. Nica menatap Tedy dalam, airmatanya terus mengalir.
“Gue mencintai lu Nic, karna hatilu. Hanya hati lu!”. Tedy menatap Nica. Sekarang matanya telah berkaca – kaca.
“Jangan berkata seperti itu Ted. Perkataan lu itu membuat hati gue sakit. Itu karna gue masih menyukai lu”. Desah Nica sembari berlari dan memeluk Tedy yang terduduk kaku. “Gue tidak ingin kehilangan lu”…Bisik Tedy ke Nica.
Karin melihat kejadian ini, dia berdiri tegak. Diam tanpa kata. Di hapusnya air matanya. “Apa gue harus senang mendengar hal ini?” Desahnya dan membalikkan tubuhnya. Tapi Didepanya telah berdiri Kilan. Kilan berjalan kearah Nica.
“ Lu mau kemana”. Karin berusaha mencegah.
“ Kilan ”..desah Nica dan menunduk.
“ Gue pikir Tedy, memang pria yang tepat buat lu”. Ucapan Kilan mengejutkan Nica.
“ Kilan….”.Nica memeluk Kilan, terbesit kebahagiaan dihatinya.
“ Jangan lakukan ini didepan mereka. Gue takut ada yang cemburu”. Kilan melirik Karin. Karin tertunduk mukaya memerah. Nica melihat cincin dijari manisnya.
“ Cincin ini telah menemukan pemilik yang sesungguhnya”. Nica memberikan cincin itu ke Karin dan memakaikannya.
“ Sangat cocok untuk lu, simpan baik – baik cincin ini”.
“ e… iya…Wah cincinya bagus banget, pantas aja Kilan rela mati gara –gara cincin ini?”. Sembari melihat cincin dijari manisnya.
“ Apa yang lu bilang”. Muka Kilan agak memerah karna malu. “He..he..” Semua tertawa senang. Rona kebahagiaan sekarang menerangi wajah mereka.
“ Nica apa lu juga menginginkan sebuah cincin”. Ucap Tedy menggoda Nica.
“Gak gue sudah cukup senang karna memiliki hati lu”. Nica tersenyum kearah Tedy. Cinta yang telah membeku itu sekarang benar – benar menjadi cair. Itu bukan mimpi bagi orang yang menghargai kehadiran cinta.
@@@@@
“ Nic, lu tunggu aja di meja makan, bentar lagi makanannya selesai”. Seru Tedy yang selalu setia menemani hari – hari Nica.
Nica adalah pasien rumah sakit Harapan Budi, tempat dimana keluarga Tedy bekerja. Selama dalam masa perawatan Tedy di beri tanggung jawab untuk menjaga Nica. Nica seorang pasien yang mempunyai penyakit kelainan jantung. Setelah oprasi selesai Nica diharuskan untuk terapi. Dia seorang gadis cantik dari Jakarta.
“ Iya..”. Ucap Nica perlahan dari ruang tengah.
Di dalam hati Nica yang terdalam, mulai tumbuh perasaan yang tidak mampu ia sampaikan, walau lewat kata – kata. Setiap kali menatap Tedy, jantungnya berdetak tidak seperti biasanya. Hanya itu yang mampu ia ungkapkan.
“Huh….. Udaranya segar banget”. Ucap Tedy membuka jendela dan menatap Nica sekilas. Nica terdiam sesaat, suatu yang beda terlihat dari diri Tedy. Sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengedipkan matanya.
“ Hei, lu kenapa?”. Tedy mengerutkan keningnya.
“ Oh tidak, tidak, tidak apa – apa kok”. Ucap Nica dengan gugup.
“ Yuk sarapan, setelah itu kita jalan”.
“ Iya”. Ucap Nica semangat. Ia tidak akan menyia – nyiakan kesempatan buat jalan bareng dengan Tedy yang super tampan ini.
******
“ Wah……. seger banget”. Ungkap Nica gembira.
“ Hem……”. Tedy membentangkan tangannya dan menghirup udara pagi puncak, yang sangat menyegarkan.
Sekali lagi Nica terdiam. Dia seakan tersihir oleh senyum Tedy.
“ Tampan banget. Terasa begitu dekat. Kenapa jantung gue berdebar gini ya!. Kenapa saat menatapnya selau merasakan debaran yang berbeda. Apa gue mulai mengaguminya, tapi atas dasar apa gue mengaguminya. Kenapa?, apa yang terjadi. Gue selalu ingin berada didekatnya”.
Tedy membaca sikap aneh Nica yang tidak biasannya.
“Nic..Nica.”. Tegur Tedy sembari tersenyum, Membuyarkan lamunan Nica.
“Ya”. Ucap Nica agak salah tingkah.
“Pagi ini lu aneh Nic. Dari tadi ngelamun aja dan sekarang lu diem. Lu sakit yah!. Kalau sakit kita pulang aja.
“ Gak kok, gue sehat banget, malah”. Nica berusaha menunjukkan kesehatannya yang semakin membaik.
Tedy memang selalu baik terhadap Nica. Tapi kadang kala sikap baik Tedi hanya tertuju pada jatung Nica.
“Apa gue selemah itu. Apa tidak ada hal lain yang mesti di katakan. Paling gak tentang perasaan yang ingin disampaikan”. Gerutu hati kecil Nica.
Di sini Nica mendapatkan sahabat yang baik yaitu Risa. Hanya dengan Risa teman masa kecil adik Tedy.Ia bisa bercerita, mengungkapkan semua perasaannya.
“Sa gue bingung. Gue terlanjur menyukai Tedy. Tapi gue kurang suka, dengan sikapnya yang selalu menganggap gue cewek super lemah karna kelainan jantung gue. yang ia pikirkan cuma kesehatan jantung gue”. Mendengar ucapan Nica tatapan Risa menjadi berbeda.
“ Nic ini mungkin yang terbaik untuk lu”. Ucap Risa lemah, membuat guratan di kening Nica menjadi dalam. “ Lebih baik lu lupakan Tedy. Apalagi lu sekarang sudah tunangan”. Risa melihat cincin perak melingkar di jari manis Nica.
Nica terdiam sesaat. Nica tidak tau harus berkata apa. Apa Ia harus marah. Tapi Risa teman yang selalu ada untuknya. “Kenapa….?”. Semua jadi hening. Perlahan Risa beranjak dari tempat tidurnya dan mengarah kemeja belajarnya. Diambilnya satu foto yang tergeletak di meja belajarnya di tatapnya dalam foto tersebut.
“ Itu karna Tedy, tidak pernah memikirkan hati lo. Yang Ia pikirkan cuma jantung. Jantung adiknya yang ada di tubuh lo”. Ucap Risa tegas.
Nica tidak bisa berkata apapun. Air mata menjadi saksi hatinya yang tercabik – cabik. Seribu serigala yang mampu mencabik tubuh Nya pun tidak sebanding dengan luka yang telah bernanah di hati keci Nica. Otak dan hatinya sekarang berperang melawan emosi yang meledak – ledak dalam jiwanya.
“ Selama ini, perasaan ini hanya?”, ungkap hati kecil Nica. Berusaha mencari jawaban tentang perasan yang selama ini ia alami. “Sa gue permisi pulang”. Nica berusaha menahan jeritan hatinya. Dan menarik tas yang berada dimeja belajar.
******
Sebuah coper sudah siap ditangan kanan Nica. Ia bergegas meninggalkan vila. Nica tidak akan mengubah keinginanya, untuk berlama – lama ditempat ini. Berlama – lama di tempat ini hanya akan membuatnya gila. Bertarung dengan perasaan yang bukan perasaanya.
“Nic lu mau kemana?”. Junai mencoba menghentikan langkah Nica.
“ Tedy apa gue boleh tanya sesuatau”. Ucap Nica perlahan. Diikut anggukan Tedy. “Apa lu sayang gue”. Tatapan Nica membuat Tedy bertanya – tanya.
“ Apa yang salah dengannya”. Desah hati Tedy mencoba mencari jawaban. “ Kenapa lu ngomong gitu Nic?. Dari dulu gue selalu bilang, gue sangat sayang lu melebihi apapun”.
“ Lu yakin Ted”. Mata Nica seakan dipenuhi dengan lautan air.
“ Nica, lu kenapa?. Sekarang ceritakan yang terjadi, lu ada masalah?”. Tedy mulai mengkhawatirkan Nica yang tidak biasanya seperti ini.
“ Apa lu bisa, mencintai gue tanpa jantung ini?”. Air mata Nica mengalir layaknya sungai. Tedy terdiam dia hanya bisa menunduk.
Saat itu pertama kalinya Nica melihat Tedy tanpa Ekspresi apapun.
“ Tedy jawab gue!. Sekarang gue tanya lagi, tolong jawab dengan tegas. Apa lu bisa mencintai gue tanpa jantung ini, jantung adik lu?!”. Saat itu Nica tidak bisa berpikir. Air matanya keluar tanpa diperintah mengalir deras seperti sungai yang dipenuhi lumpur. Tedy shanya diam, dia seakan menutup pintu hatinya untuk Nica.
Nica pergi meninggalkan serpihan luka dihatinya. Selama ini yang Nica rasakan semuanya palsu. Padahal Nica telah mengorbankan semua termasuk seseorang yang dulu pernah menerangi hati nya. Sebelum Tedy datang dalam kehidupan Nica. Apa ini balasan untuknya. Tapi apa salah kalau Nica masih dan tetap menyukainya. Sekarang serpihan kaca itu telah membalut hati Nica. Dan siap menghabisi jantungnya secara perlahan.
Ditempat yang berbeda Nica malah mengecewakan hati seseorang yang sangat menyayanginya. Dia Kilan tunangan Nica. Nica ingin dia bahagia. Itu harapannya. Mungkin akan ada cerita lain tentangnya.
@@@@@
Gue Karin. Gue memang cewek yang super ceroboh, tapi sama sekali gue tidak pernah memikirkan bahwa gue akan menyukai cowok, yang tidak pernah mau menghargai wanita seperti Kilan. Entah kenapa dengan sikapnya itu, semakin lama gue malah semakin menyukainya. Dia pemuda pertama yang membuat perasaan gue bertanya – tanya.
Mungkin kebahagian itu hanya mimipi bagi gue. gue ingin untuk kali ini jangan jadikan Kilan itu mimpi. Tapi perasaan gue hancur setelah gue menyadari satu hal tentanganya. Hari ini sahabat gue Antini berbeda dengan biasanya. Tiba – tiba Dia menatap gue tajam, dan menghentikan ucapan gue.
“ Karin, lu harus menjauhi Kilan,!”. Ucap Antini tegas.
“ Kenapa dia orang baik, ya walaupun agak cuek!”. Dahi gue ikut mengerut. Gue kaget dengan respon Antini. Padahal selama ini dia sangat mendukung gue untuk bersama Killan.
“Pokoknya jangan dekati dia lagi!”.
“Memangnya kenapa sih An?”. Gue berusaha membujuk Antini. Antini kembali melihat gue dengan tajam. Kali ini segudang pertanyaan telah siap memakan otak gue. “ Dia sudah tunangan!!!”. Ucapan Antini yang perlahan itu membuat nadi dan saraf gue seakan tertimbun oleh duri.
Hujan megalir dengan deras, sederas air mata gue. Gue sedikit terhibur, karna orang yang gue suka sekarang telah berada disamping gue. Tapi hati gue sekarang diliputi perasaan benci. Apalagi setelah gue melihat sebuah cincin telah melingkar dijari manisnya.
Kenapa gue baru menyadari hal itu sekarang. Kenapa gue baru menyadari saat hati gue telah diikat olehnya. Perlahan gue tatap cincin itu, terbesit niat jahat dihati gue. Gue berusaha mengambilnya. Dan gue akan membuang jauh – jauh cincin itu.
“Apa yang lu lakuin. Jangan pernah lu sentuh cincin ini, jangan sesekali lu menyentuhnya!. Cincin ini adalah hidup gue, tanpa ini gue tidak bisa hidup!”. Kilan membentak karin keras.
“Kenapa….kenapa hanya sebuah cincin itu lu melakukan itu?.. Kenapa?...”. Gue menjerit keras di tengah derasnya hujan. Gue berlari membawa sisa kepedihan dihati gue hujanpun turun begitu deras sederas air mata gue.
Beberapa hari tidak melihat Kilan. Terasa sepi, tapi hanya untuk melihatnya. gue sampai rela mengikutinya dari belakang kemanapun dia melangkah. Cinta itu memang aneh. Saat itu tanpa sengaja gue melihat Kilan bertabrakan dengan seseorang. Cincin yang dia genggam jatuh kedalam sungai. Gue tidak tau kekuatan apa ini. Dengan reflek gue malah terjun dalam sungai.
“Bodoh.. lu tau, lu gak bisa berenang, kenapa nekat terjun!”. Karin baru saja sadar dari pingsan, malah dilempari dengan bentakan yang membuat telinganya panas.
“Salah, salahin gue terus. Semua kesalahan ini gara- gara gue. Jika gue suka lu, gue sayang lu itu juga salah gue. Semua salah gue…nih…”. Karin menyerahkan cincin yang semenjak tadi berada digenggamannya.
“ lu pernah bilang cincin itu adalah hidup lu, tanpa itu lu tidak bisa hidup, Iyakan. Gue hanya tidak ingin melihat lu mati hanya karna kehilangan cincin itu!!. Apa itu salah?!!”. Karin menjerit keras, Agar separuh dari sakit hatinya hilang.
Saat itu gue hanya bisa lari dengan membawa serpihan dihati gue. Kilan hanya terdiam, gue tidak tau apa yang dipikirkannya. Setelah kejadian itu tertutup sudah cerita gue dengannya. Dia mungkin benar – benar mimpi didunia gue.
*******
Ini mungkin kenyataan dari semua cerita yang kita alami tentang cinta yang telah membeku. Tapi cerita itu mungkin akan mencair. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Dari jauh terlihat seorang gadis cantik sedang duduk ditaman depan kampus.
“Kilan…”. Teriak Nica dari jauh. Kilan langsung menghampiri Nica. Telah lama ia menunggu kehadiran Nica.
“ Lu kemana aja”.
“Maafkan gue”. Ucap Nica sembari memeluk Kilan. Karin yang melihat kejadian itu langsung berlari kearah kelas.
“ Besok gue kuliah lagi”. Kilan seakan lupa akan kehadiran Nica.
“ Kilan, lu kurang senang ya!”. Tiba – tiba Nica berkata hal yang mengejutkan Kilan. Kilan seperti bukan Kilan. Dia seakan menutup hatinya buat Nica. Dengan sikapnya yang tidak seperti biasanya.
“ Tidak Nic, tidak, gue sangat senang sekali”. Kilan tersenyum hangat pada Nica tunangannya.
@@@@@
“ Tedy, jika lu menyukai Nica, kenapa lu tidak berusaha bersamanya. Kalo lu menyukainya, kenapa lu tidak berterus terang. Jangan menyakiti diri lu. Sekarang lu pikir, mungkin saja lu menyukainya karna didirinya ada jantung adik lu, tapi gunakan hati lu. Apa lu yakin bisa menyerahkannya pada orang lain, dia sudah tunangan Tedy. Gue rasa adik lu pun, pasti tidak suka dengan sikap lu yang seperti ini”. Bentak Risa yang tidak tega, melihat Tedy yang menderita karna perasaanya yang tidak pasti. Risa pergi meninggalkan Tedy yang terdiam.
“Gue hanya ingin kalian berdua jujur akan perasaan kalian. Karna itu gue melakukan semua itu. Gue menceritakan hal yang terjadi pada Nica itu tidak lain karna, gue ingin kalian berdua saling mencintai tanpa harus ada kebohongan. Maafkan gue jika gue telah menyakiti perasaan kalian”. Bisik hati kecil Risa. Air matapun jatuh dipipi gadis cantik ini.
@@@@@
Mobil yang dibawa Kilan melaju kencang. Perlahan Kilan menatap Nica yang sedang melamun.
“ Nic, lu kenapa?, lu akhir-akhir ini lebih sering melamun”. Kilan memulai pembicaraan karna semenjak tadi mereka hanya diam.
“ Tidak apa –apa kok, gue hanya masih tegang ngehadapin ini. Guekan udah lama gak ngampus, gue takut gue tidak bisa mengejar semua pelajaran yang tertinggal”.
“ Oh…” Kilan tersenyum menatap Nica.
*****
“Siang maaf, lu mahasiswa pindahan itu ya!, kenalin gue Karin”. Karin berusaha bersahabat, ternyata diterima baik oleh pemuda itu.
“ Gue Tedy”. Tedy tersenyum ramah.
“ Nama yang bagus. Sesuai dengan postur tubuh lu yang keren”. Karin tersenyum menatapnya. Tedy jadi salah tingkah.
“ Cewek ini bener – bener aneh”. Ungkap hatinya.
“ Yuk kita lihat – lihat kampus”.
“ Kampus ini lumayan gede sih. Kalo satu dua kali berada disini mungkin bisa puyeng nyari jalan keluarnya. Lama – lama juga bisa hapal kok. Jadi untuk beberapa hari ini yang nemenin lu, itu gue. Kayaknya lu anak kesayangan banget. Padahal biasanya gak ada yang perlu nemenin anak baru buat masuk kampus, dia bisa nyari sendiri. Emang lu siapa sih.
“ Gue bukan siapa – siapa?”.
“ Yang bener?, emang nama asli lu siapa?”.
“ Tedy Nugraha”.
“ What, jangan – jangan lu anak pemelik rumah sakit harapan budi itu ya!”.
“ Hem…….”. Tedy hanya tersenyum. Sekarang matanya tertuju pada taman yang ada di sampingnya.
“ Tedy lu lihat apa?”. Karin mengarahkan pandanganya, kearah kedua orang yang tak asing baginya itu.
“ Mereka sersi ya!”. Ucap Karin datar, Karin langsung melangkah dengan cepat.
“ Karin..” . Panggil Tedy agak keras. Tiba –tiba Nica berdiri dan berusaha mencari arah suara yang didengarnya itu.
“Nic lu kenapa?”. Kilan membaca perubahan drastis Nica.
Detak jantung Nica semakin cepat. Pikirannyapun melayang jauh, terasa sesak. Seperti ada seratus tali yang siap mengikat jantungnya.
“ Gue ke toilet dulu”. Ucapnya dan langsung pergi, dengan separuh tenaga dia berusaha bangkit. dibasuhnya mukanya dengan air yang mengalir dari keran, terasa sejuk. Tapi tidak cukup menghilangkan debaran jantung itu, di basuhnya beberapa kali, ternyata semakin sesak. Keringat dinginpun bercucuran.
“ Perasaan apa ini?, jangan bodoh ini bukan jantung lu!. Mungkin saja degupan jantung ini degupan jantung orang lain”. Nica melihat dirinya didepan cermin dan berusaha menguasai dirinya, dengan wajah yang memucat.
“Nic ”. Tiba - tiba Tedy sudah berada didepan WC, dan memegang tangan kanannya.
“Gue mo bicara dengan lu”. Nica berusaha melepaskan pegangan tangan Tedy.
“Lepas…lepaskan tangan gue”. Nica berusaha melepaskan pegangan tangan Tedy yang begitu erat.
“ Lepaskan tangan lo”. Dari belakang Kilan memukul Tedy. Nica berlari kearah Kilan, karna melihat kejadian itu Karin segera berlari.
“ Lu… Apa tidak bisa, bicara dengan baik. Kenapa harus selalu main tangan!”. Karin menatap Kilan dengan tajam. Dan mendekat ke Kilan. “ Dengar sekali lagi lu lakuin itu, lu akan berhadapan dengan gue. Tedy kita pergi dari tempat ini, disini memuakkan”. Karin menarik tangan Tedy, dan melangkah pergi.
Nampak kekesalan diwajah Kilan. Di tendangnya tong sampah yang ada didepan Wc. Nica hanya bisa menatap Kilan dalam.
Karin berjalan sangat cepat. Menjauh dari Kilan dan Nica.
“ Hei.. kenapa lu membela gue. Tadi lu sangat keren. Apa lu kenal mereka?”. Karin tersenyum mendengar pujian Tedy, dan mulai berbicara.
“lu suka cewek itu kan?. Gue rasa malam ini gue bisa membantu lu buat ngomong sama cewek itu”.
“ Kenapa lu melakukan ini”. Karin tersenyum mendengar ucapan Tedy.
“ Gue hanya ingin perasaan lu tersampaikan, itu saja”.
******
Suasana malam begitu indah, langit – langitpun seakan bersahabat, bintang dan bulan seakan bernari – nari diangkasa. Semuanya berpasang – pasangan seperti putri dan pengeran, dengan gaun – gaun yang indah.
“ Lu anggun sekali Rin”. Tedy tersenyum memuji Karin.
“ Trimakasih..”.. Ucap Karin sembari menunduk, seakan menirukan gerakan yang di lakukan putri – putri istana.
“ Gue tarik kembali kata – kata gue”.
“Kok gitu..”. Karin agak cemberut.
“ Cara hormat lu tu salah, itu terlalu kebawah”.
“Ah biarin gue kan masih dalam pembelajaran”. Ucapnya singkat. Mata Karin mulai beralih ke dua pasangan yang ada di depannya. “Mereka serasi ya, yang ceweknya cantik, yang cowoknya ganteng”. Karin melihat kearah Kilan dan Putri.
“ Gue heran sama lu, lu menyukainya tapi malah memuji keserasian mereka?”.
“ Kenapa lu bilang begitu, siapa juga yang menyukai Kilan”.
“ Ah jangan bohong. Tuh apa, gue gak pernah bilang yang lu suka itu Kilan. Lagian gak mungkinkan seorang Karin mau menolong seseorang tanpa imbalan”. He..he.. Karin tertawa gak enak.
“Sini, gue punya usul, lu hanya punya waktu sepuluh detik untuk membawa Nica kabur?”.
“ Ha apa yang ingin lu lakuin”.
“ Gue mau matiin lampu ini bentar. Gimana setuju gak”.
“ Iya..”.
“ Zip”. Tedy dan Karin mulai beraksi, tiba – tiba lampu di ruang pesta itu mati.
“ Kenapa nih”. Ucap Nica kaget karna lampu disekeliling mereka mati, tiba – tiba tangannya seakan ada yang menarik.
“ Tedy…”. Nica baru menyadari orang yang menarik tangannya adalah Tedy.
“ Apa yang lu lakuin?”.
“ Gue ingin bicara dengan lu”.
“ Tidak ada lagi yang mesti dibicarakan”.
“ Apa lu begitu bahagianya bertemu laki – laki itu hingga melupakan gue?”. Ucapa Tedy membuat hati Nica sakit. Paaaakkkk Sebuah tamparan melesat dipipi kanan Tedy.
“ Apa lu bilang?. Kenapa lu bisa ngomong begitu. Tau apa lu tentang gue!”. Mereka berdua diam beberapa saat.
******
Karin senyum –senyum sendiri karna hal yang Ia rencanakan sudah berhasil. Kilan membaca situasi kali ini.
“ Hei apa yang lu lakuin”. Sembari menarik tangan Karin.
“ Lepaskan sakit tau, gue tidak melakukan hal yang sia – sia. Gue melakukan hal yang benar”. Karin langsung membalikkan tubuhnya dan ingin melangakah. Dia lupa saat ini dia memakai gaun. Gaunnya terinjak dan dia hampir jatuh. Untung dengan sigap tangan Kilan menggapainya. Sekarang Karin bisa menatap mata Kilan dengan debaran yang berbeda.
“ Hei… Halllo”. Ucap Karin memecahkan hayalan Kilan. “Lepaskan tangan lu”. Sekali lagi Kilan menarik tangannya. “ Cepat katakan dimana Nica, dan teman lu itu?”.
“Gue gak tau” Ucap Karin melepaskan tangannya dan lari, kemudian hilang ditengah keramayan.
*******
Suasana taman kampus memang agak sepi, hanya lampu – lampu dan bintang – bintang malam menghiasi tempat itu.
“ Maafkan gue”. Tedy mulai bicara. “ Maafkan gue karna gue tidak peka dengan perasaan itu, perasaan gue seakan teertutup karna kehilangan orang yang gue sayang. Semua orang yang gue sayang meninggalkan gue. Mungkin gue di takdirkan untuk kehilangn semuanya”. Tedy menunduk. Nica menatap Tedy dengan hati yang bertanya – tanya.
“ Tapi gue ingin sekali untuk terakhir kali ini, takdir gue memihak pada gue. Gue tidak ingin kehilangan orang yang gue sayang sekali lagi. Gue tidak ingin kehilangan lu, Nic”. Tedy menatap Nica tajam.
“Tidak Tedy, Tidak, lu tidak mencintai gue, yang lu cintai hanya adik lu. Karna ditubuh gue ini ada jantung adik lu. Iyakan Ted?!”. Air mata jatuh dipipi Nica.
“Tidak … itu salah gue menyukai lu, Nic. Bukan karna jantung itu tapi karna hati lu. Gue baru menyadari hal itu saat lu pergi meninggalkan gue. Gue tidak bisa sendiri, tolong maafin gue. Gue tidak ingin kehilangan lagi Nic”. Nica menatap Tedy dalam, airmatanya terus mengalir.
“Gue mencintai lu Nic, karna hatilu. Hanya hati lu!”. Tedy menatap Nica. Sekarang matanya telah berkaca – kaca.
“Jangan berkata seperti itu Ted. Perkataan lu itu membuat hati gue sakit. Itu karna gue masih menyukai lu”. Desah Nica sembari berlari dan memeluk Tedy yang terduduk kaku. “Gue tidak ingin kehilangan lu”…Bisik Tedy ke Nica.
Karin melihat kejadian ini, dia berdiri tegak. Diam tanpa kata. Di hapusnya air matanya. “Apa gue harus senang mendengar hal ini?” Desahnya dan membalikkan tubuhnya. Tapi Didepanya telah berdiri Kilan. Kilan berjalan kearah Nica.
“ Lu mau kemana”. Karin berusaha mencegah.
“ Kilan ”..desah Nica dan menunduk.
“ Gue pikir Tedy, memang pria yang tepat buat lu”. Ucapan Kilan mengejutkan Nica.
“ Kilan….”.Nica memeluk Kilan, terbesit kebahagiaan dihatinya.
“ Jangan lakukan ini didepan mereka. Gue takut ada yang cemburu”. Kilan melirik Karin. Karin tertunduk mukaya memerah. Nica melihat cincin dijari manisnya.
“ Cincin ini telah menemukan pemilik yang sesungguhnya”. Nica memberikan cincin itu ke Karin dan memakaikannya.
“ Sangat cocok untuk lu, simpan baik – baik cincin ini”.
“ e… iya…Wah cincinya bagus banget, pantas aja Kilan rela mati gara –gara cincin ini?”. Sembari melihat cincin dijari manisnya.
“ Apa yang lu bilang”. Muka Kilan agak memerah karna malu. “He..he..” Semua tertawa senang. Rona kebahagiaan sekarang menerangi wajah mereka.
“ Nica apa lu juga menginginkan sebuah cincin”. Ucap Tedy menggoda Nica.
“Gak gue sudah cukup senang karna memiliki hati lu”. Nica tersenyum kearah Tedy. Cinta yang telah membeku itu sekarang benar – benar menjadi cair. Itu bukan mimpi bagi orang yang menghargai kehadiran cinta.
Minggu, 09 Mei 2010
TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 2
MATERI 3, 4 dan 5
3 Dan 4.Perilaku Konsumen
1. Pendahuluan
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
a Pendekatan Kardinal
b Pendekatan Ordinal
3. Konsep Elastisitas;
a Harga
b Silang
c Pendapatan
5. Perilaku Produsen
1. Produsen dan Fungsi produksi
2. Produksi Optimal
Least Cost Combination
Disusun oleh: Saprida siska
Perilaku Konsumen
1. Pendahuluan
Tujuan dari konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang memakai, menggunakan, mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda disebut sebagai konsumen. konsumen dapat membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
• Pendekatan Kardinal, beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang.
• Pendekatan Ordinal,yang beranggapan bahwa kepusan konsumen tidak dapat diukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi tau lebih rendah. Dealam pendekatan marginal utility digunakan anggapoan sebagai berikut:
1. Utility bisa diukur dengan uang.
2. Hukum gossen (The Law Of Diminishing riturns) berlaku yang menyatakan bahwa“. Semakin banyak sesuatau barang yang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satiuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun“.
3. Konsumen berusaha memaksimum kan kepuasan.
Total utility adalah seluruh kepuasan yang di peroleh dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu. Marginal utility adalah tambahan atau pengeruangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu.
3. Konsep Elastisitas;
Elastisitas adalah ukuran derajat kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu fktor yang mempengaruhi .
• Harga
Price Elasticity (Elastisitas harga ) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut.
• Silang
Cross Elasticity (Elastisitas silang )adalah % perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatu barang sebagai kaibat dari perubahan harga barang lain.
. Pendapatan
Income Elasticity (Elasticitas pendapatan) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.
5. Perilaku Produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen
1. Produsen dan Fungsi produksi
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
produksi jangka pendek,
yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.
Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)
dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :
The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).
2. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi
Least Cost Combination
menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.
MATERI 3, 4 dan 5
3 Dan 4.Perilaku Konsumen
1. Pendahuluan
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
a Pendekatan Kardinal
b Pendekatan Ordinal
3. Konsep Elastisitas;
a Harga
b Silang
c Pendapatan
5. Perilaku Produsen
1. Produsen dan Fungsi produksi
2. Produksi Optimal
Least Cost Combination
Disusun oleh: Saprida siska
Perilaku Konsumen
1. Pendahuluan
Tujuan dari konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang memakai, menggunakan, mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda disebut sebagai konsumen. konsumen dapat membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
2. Pendekatan Perilaku Konsumen
• Pendekatan Kardinal, beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang.
• Pendekatan Ordinal,yang beranggapan bahwa kepusan konsumen tidak dapat diukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi tau lebih rendah. Dealam pendekatan marginal utility digunakan anggapoan sebagai berikut:
1. Utility bisa diukur dengan uang.
2. Hukum gossen (The Law Of Diminishing riturns) berlaku yang menyatakan bahwa“. Semakin banyak sesuatau barang yang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satiuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun“.
3. Konsumen berusaha memaksimum kan kepuasan.
Total utility adalah seluruh kepuasan yang di peroleh dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu. Marginal utility adalah tambahan atau pengeruangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu.
3. Konsep Elastisitas;
Elastisitas adalah ukuran derajat kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu fktor yang mempengaruhi .
• Harga
Price Elasticity (Elastisitas harga ) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut.
• Silang
Cross Elasticity (Elastisitas silang )adalah % perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatu barang sebagai kaibat dari perubahan harga barang lain.
. Pendapatan
Income Elasticity (Elasticitas pendapatan) adalah % perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.
5. Perilaku Produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen
1. Produsen dan Fungsi produksi
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
produksi jangka pendek,
yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.
Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)
dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :
The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).
2. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi
Least Cost Combination
menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.
Langganan:
Postingan (Atom)